Hot News


Breaking News

Friday, July 6, 2012

JENIS DAN INTRUMEN KEBIJAKAN MONETER YANG DIPAKAI PEMERINTAH


JENIS DAN INTRUMEN KEBIJAKAN MONETER YANG DIPAKAI PEMERINTAH Ada dua jenis kebijakan moneter  yang diambil yaitu tight money policy dan easy money policy
Tight Money Policy  atau yang dikenal kebijakan uang ketat kebijakan yang diambil bank senral untuk mengurangi jumlah uang yang beredar, kebijakan ini diambil untuk menaikan suku bunga, menjaul SBI, meniakan cadangan kas, dan membatasi pemberian kredit
Easy Money Policy atau kebijakan uang longgar adalah kebijakan ban sentral untuk menambah jumlah uang
yang beredar, kebijakan ini bias berupa penurunan tingkat suku bunga (kebijakan diskonto), pembelian surat-surat berharga, penurunan cadangan kas, serta kelonggaran pemberian kredit.
Agar kebijakan tersebut tercapai Bank sentral dapat menggunakan instrument kebijakan moneter seperti berikut ini.

a. Kebijakan Operasi Pasar Terbuka
Merupakan salah satu kebijakan yang diambil Bank Sentral yang bertujuan untuk mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan dengan cara menjual Sertifikat Bank Indonesia untuk menarik jumlah uang yang beredar di masyarakat dan jika uang di masyarakat mulai kurang dari kebutuhan maka Bank Sentral akan membeli kembali SBI atau surat berharga lainnya dari pasar modal

b. Kebijakan Diskonto
Pemerintah mengurangi atau menambah jumlah uang beredar dengan cara mengubah diskonto bank umum. Jika bank sentral memperhitungkan jumlah uang yang beredar telah melebihi kebutuhan (biasanya indikasi terjadi inflasi), maka bank sentaral akan menaikan suku bunga tujuannya untuk menarik dan merangsang masyarakat untuk menyimpan uangnya di bank alias menabung, dengan demikian jumlah uang yang ada di masyarakat akan masuk ke bank sehingga dengan cara ini diharapkan menekan laju inflasi, dan sebaliknya bila umlah uang yang beredar mulai sedikit (gejala deflasi) maka bank sentral akan menambah jumlah uang yang beredar dengan cara menurunkan suku bunga, dengan demikian hasrat untuk menabung akan berkurang dan masyarakat akan menarik dananya dari bank

c. Kebijakan Cadangan Kas
Ini dilakukan bank sentral untuk membuat peraturan menaikan dan menurunkan cadangan kas (cash ratio). Bank umum menerima uang dari nasabah dalam bentuk giro, tabungan, deposito, sertifikat defosito dan jenis tabungna lainnya. Jumlah dana yang dihimpun bank dari masyarkat biasanya tidak diboleh dipinjamkan semuanya, persentase inilah yang disebut kas minimum, sebagai contoh dana yang dihimpun oleh bank dari berbagai produk tabungannya adalah Rp 6.000.000.- jika bank sentral mematok cadangan kas minimun 20% maka 20% x Rp 6.000.000.000 = Rp 1.200.000,- sedangkan sisanya yang 80% boleh dipinjamkan, cadangan kas minimum ini akan terus dinaikan jika memang jumlah uang beredar di masyarak masih dianggap banyak, kebijakan ini diambil bila tanda-tanda inflasi mulai terlihat.

d. Kebijakan Kredit ketat
Instrumen ini digunakan untuk mendukung instrument diatas yang disebutkan tadi, pemberian kredit oleh bank umum tetap dilakukan, namun biasanya pemberian kredit tersebut berdasarkan 5 C yaitu, Character, Capability, Collateral, Capital, dan Condition of Economy, dengan kebijakan kredit ketat ini diharapkan jumlah uang yang beredar bias dikontrol.

e. Kebijakan Dorongan Moral
Bank sentral dapat memengaruhi jumlah uang yang beredar dengan berbagai pengumuman, pidato, dan edaran yang ditujukan pada bank umum dan pelaku moneter, biasayna isi pidato tersebut berisi larangan atau ajakan untuk melepas pinjaman atau menahannya.

 Notes:
Kebijakan sanering adalah dipangkasnya nilai mata uang, kebijakan ini diambil dan ditempuh oleh Pemerintah jika tingkat inflasi telah mencapai di atas 100% pertahun (hyperinflation), kebijakan ini sangat menyakitkan karena secara otomatis jumlah uang yang dipegang oleh masyarkat akan berkurang
* Tahun 1950 dikenal dengan gunting Syarifudin, yang memotong uang kertas yang niflainya Rp 5,00 ke atas nilainya dipotong 50%
* Tahun 1959
Pemerintah megeluarkan kebijakan menurunkan nilai uang kertas Rap 500,- dan Rp 1.000,- nilainya di potong sebesar 90%.
* Tahun 1965
Tanggal 13 Desember 1965, pemerintah mengeluarkan kebijakan menurunkan Nilai uang Rp 1.000,- menjadi Rp 1.00,-
            

No comments:

Post a Comment

Designed By VungTauZ.Com